Bone Bolango, 30 Juli 2026 - Keberhasilan mencapai target 100% pada Indikator Pelayanan Hipertensi Sesuai Standar dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM) ke-8 tidak lantas membuat jajaran Puskesmas Bulawa berpuas diri. Bagi Kepala Puskesmas beserta jajaran timnya, angka sempurna tersebut bukanlah akhir dari pelayanan, melainkan tantangan untuk membuktikan kualitas intervensi kesehatan yang nyata di tengah masyarakat.
Komitmen tersebut dibuktikan melalui pelaksanaan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang berlangsung intensif di Puskesmas Bulawa. Tidak berjalan sendiri, kegiatan Monev ini didampingi langsung oleh Tim Tim Pembina Cluster Binaan (TPCB) Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), khususnya Tim Kerja Penyakit Tidak Menular (PTM) dan Kesehatan Jiwa (Keswa) Dinas Kesehatan.
Dalam pertemuan tersebut, fokus utama tidak lagi tertuju pada perayaan capaian target harian, melainkan pada pendalaman dan analisis akademis terhadap data inputan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Bersama Tim TPCB, jajaran Puskesmas Bulawa membedah secara menyeluruh kesesuaian antara data administratif dengan fakta pelayanan di lapangan.
"Capaian 100 persen ini tidak boleh membuat kita berbangga hati begitu saja. Kami ingin memastikan bahwa setiap data yang terinput dalam sistem benar-benar dapat dipertanggungjawabkan secara akademik dan substantif, bukan sekadar angka seremonial untuk memenuhi laporan," tegas pihak Puskesmas di sela-sela kegiatan.
Melalui pendekatan analitis ini, proses evaluasi difokuskan pada pengujian validitas data, ketepatan tata laksana pasien hipertensi sesuai standar operasional, hingga identifikasi kendala terselubung yang mungkin belum terpotret oleh sistem digital. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap masyarakat yang terdata mendapatkan pelayanan medis yang bermutu, terukur, dan berkelanjutan.
Sinergi antara Puskesmas Bulawa dan Tim TPCB Dinkes ini diharapkan dapat menjadi tolok ukur baru dalam tata kelola data dan pelayanan PTM, di mana integritas data serta kualitas kesehatan masyarakat menjadi prioritas utama di atas sekadar pencapaian indikator formal.
By_Humas Dikes-BB
Komentar
Tulis komentarTuliskan Komentar
Lihat semua komentar